Logika Minimalis
Sesungguhnya
kebenaran dapat dengan mudah di pahami meskipun dengan logika yang teramat
minim. Misalkan dengan logika matematika dasar seperti:
- 1 + 2 = 3
Jika tetap dengan logika yang
searah maka :
- 2 + 1 = 3
Benarkah hasil penjumlahan 1 dan
2 adalah 3 ?
Mari kita gunakan logika
terbalik. Tambah (+) adalah antonim dari kurang (-). Begini jadinya:
- 3 – 2 = 5 ( mustahil)
- 3 – 1 = 4 ( mustahil)
Yang benar adalah:
- 3 – 2 = 1 ( benar )
- 3 – 1 = 2 ( benar )
Jadi memang penjumlahan angka 1
dan 2 adalah 3. ini merupakan kebenaran yang tidak dapat dibantah lagi. Karena
dalam kondisi apapun tidak ada jawaban lain kecuali dengan angka 3.
Kita juga
dapat menggunakan logika seperti ini : “ semua yang hidup adalah hewan dan
semua yang berbicara adalah manusia. Hasilnya : “manusia adalah hewan
yang dapat berbicara”. Untuk
memberikan penekanan apakah benar pernyataan tersebut kita gunakan logika sbb:
- Semua yang hidup adalah hewan dan semua yang berbicara adalah sapi. Kesimpulan: sapi adalah hewan yang dapat berbicara. ( mustahil).
- Semua yang hidup adalah hewan dan sebagian yang berbicara adalah manusia. Kesimpulan: sebagian hewan yang dapat berbicara adalah manusia (mustahil). Karena tidak ada yang dapat berbicara kecuali manusia.
- Sebagian yang hidup adalah hewan dan semua yang dapat berbicara adalah manusia. Kesimpulan: sebagian manusia adalah hewan yang dapat berbicara. ( mustahil). Karena keumuman manusia dapat berbicara.
- Sebagian yang hidup adalah hewan dan sebagian manusia dapat berbicara. Kesimpulan: sebagian manusia adalah hewan yang dapat berbicara. (mustahil). karena keumuman manusia dapat berbicara.
Jadi dalam kondisi apapun
pernyataan pernyataan yang benar adalah “semua manusia adalah hewan yang
dapat berbicara”. Logika ini
merupakan kebenaran yang tidak dapat dibantah lagi.
Lantas
bagaimana untuk mengetahui kebenaran tentang Tuhan??? Mari kita gunakan logika spt ini:
- Semua yang ada berasal dari tidak ada. Semua yang tidak ada berasal dari yang ada. Kesimpulan: semua yang ada berasal dari hal yang lebih ada ( telah ada sebelumnya).
Coba gunakan logika terbalik:
- Semua yang tidak ada berasal dari yang ada. Semua yang ada berasal dari yang tidak ada. Kesimpulan: semua yang tidak ada berasal dari yang tidak ada. ( mustahil). Ini omongan kosong!!!
Kemudian kita gunakan ini:
- Atom adalah hal yang ada. Atom adalah awal dari terjadinya mikrokosmos. mikrokosmos adalah satuan pembentuk makrokosmos ( jagad raya). Kesimpulan: makrokosmos adalah hal yang ada.
Coba gunakan logika terbalik:
- Atom adalah hal yang tidak ada. Atom adalah bukan awal dari mikrokosmos. Mikrokosmos adalah bukan satuan pembentuk makrokosmos/jagad raya. Kesimpulan: makrokosmos adalah hal yang tidak ada. ( mustahil).
Dari kesemua
logika yang sangat minimal tersebut di atas menunjukkan bahwa kebenaran adalah hal yang sebenarnya
mudah untuk ditemukan. Tidak ubahnya dengan kebenaran Tuhan yang tersebar di
jagad raya ini. Tinggal bagaimana kita dapat mencerna ayat-ayat yang tersirat. Dan
itu hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang berkehendak dan bersungguh-sungguh. Lantas
“apakah kau tidak menyaksikan bukti2 kebesaran Tuhanmu!!!! maka jika
engkau merasa paling benar, cobalah engkau membuat satu ayat saja yang dapat
menyamai ayat Tuhanmu!!!
***sumber http://www.facebook.com/notes/cak-tar/logika-minimalis/656487257699986
Tidak ada komentar:
Posting Komentar