Jumat, 31 Mei 2013

Semak Belukar



Logika Minimalis


Sesungguhnya kebenaran dapat dengan mudah di pahami meskipun dengan logika yang teramat minim. Misalkan dengan logika matematika dasar seperti:
  • 1 + 2 = 3
Jika tetap dengan logika yang searah maka :
  • 2 + 1 = 3
Benarkah hasil penjumlahan 1 dan 2 adalah 3 ?
Mari kita gunakan logika terbalik. Tambah (+) adalah antonim dari kurang (-). Begini jadinya:

  • 3 – 2 = 5 ( mustahil) 
  • 3 – 1 = 4 ( mustahil)

Yang benar adalah: 

  •  3 – 2 = 1 ( benar ) 
  •  3 – 1 = 2 ( benar )

Jadi memang penjumlahan angka 1 dan 2 adalah 3. ini merupakan kebenaran yang tidak dapat dibantah lagi. Karena dalam kondisi apapun tidak ada jawaban lain kecuali dengan angka 3.
Kita juga dapat menggunakan logika seperti ini : “ semua yang hidup adalah hewan dan semua yang berbicara adalah manusia. Hasilnya : “manusia adalah hewan yang dapat berbicara”.  Untuk memberikan penekanan apakah benar pernyataan tersebut kita gunakan logika sbb: 
  • Semua yang hidup adalah hewan dan semua yang berbicara adalah sapi. Kesimpulan: sapi adalah hewan yang dapat berbicara. ( mustahil).
  • Semua yang hidup adalah hewan dan sebagian yang berbicara adalah manusia. Kesimpulan: sebagian hewan yang dapat berbicara adalah manusia (mustahil). Karena tidak ada yang dapat berbicara kecuali manusia. 
  • Sebagian yang hidup adalah hewan dan semua yang dapat berbicara adalah manusia. Kesimpulan: sebagian manusia adalah hewan yang dapat berbicara. ( mustahil). Karena keumuman manusia dapat berbicara. 
  • Sebagian yang hidup adalah hewan dan sebagian manusia dapat berbicara. Kesimpulan: sebagian manusia adalah hewan yang dapat berbicara. (mustahil). karena keumuman manusia dapat berbicara.
Jadi dalam kondisi apapun pernyataan pernyataan yang benar adalah “semua manusia adalah hewan yang dapat berbicara”.  Logika ini merupakan kebenaran yang tidak dapat dibantah lagi.
Lantas bagaimana untuk mengetahui kebenaran tentang Tuhan???  Mari kita gunakan logika spt ini: 
  • Semua yang ada berasal dari tidak ada. Semua yang tidak ada berasal dari yang ada. Kesimpulan: semua yang ada berasal dari hal yang lebih ada ( telah ada sebelumnya).

Coba gunakan logika terbalik: 
  • Semua yang tidak ada berasal dari yang ada. Semua yang ada berasal dari yang tidak ada. Kesimpulan: semua yang tidak ada berasal dari yang tidak ada. ( mustahil). Ini omongan kosong!!!
Kemudian kita gunakan ini: 
  • Atom adalah hal yang ada. Atom adalah awal dari terjadinya mikrokosmos. mikrokosmos adalah satuan pembentuk makrokosmos ( jagad raya).  Kesimpulan:  makrokosmos adalah hal yang ada.

Coba gunakan logika terbalik: 
  • Atom adalah hal yang tidak ada. Atom adalah bukan awal dari mikrokosmos. Mikrokosmos adalah bukan satuan pembentuk makrokosmos/jagad raya. Kesimpulan: makrokosmos adalah hal yang tidak ada. ( mustahil).
Dari kesemua logika yang sangat minimal tersebut di atas menunjukkan bahwa kebenaran adalah hal yang sebenarnya mudah untuk ditemukan. Tidak ubahnya dengan kebenaran Tuhan yang tersebar di jagad raya ini. Tinggal bagaimana kita dapat mencerna ayat-ayat yang tersirat. Dan itu hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang berkehendak dan bersungguh-sungguh. Lantas “apakah kau tidak menyaksikan bukti2 kebesaran Tuhanmu!!!! maka jika engkau merasa paling benar, cobalah engkau membuat satu ayat saja yang dapat menyamai ayat Tuhanmu!!!

***sumber http://www.facebook.com/notes/cak-tar/logika-minimalis/656487257699986